Regulasi Kemitraan Reseller ISP

Regulasi Kemitraan

Jual Kembali Jasa Layanan Internet Profesional & Terpercaya

1. Dasar Regulasi Reseller ISP

Referensi:

  • UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi
  • Permenkominfo No.13/2019 dan pembaruan No.14/2021 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi
  • Permenkominfo Pasal 52 ayat (1) dan (2) tentang Pelanggaran atas pelaksanaan jual kembali jasa telekomunikasi oleh Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi
  • Permenkominfo No.5/2021 tentang Pemenuhan kewajiban PNPB BHP Telekomunikasi dan KPU/USO Telekomunikasi
  • UU No.42/2009 tentang PPN
  • Surat Edaran No. B-375/DJED/PI.05.03/05/2026Interuksi Tertib Penyelenggaraan Telekomunikasi
  1. Reseller wajib memiliki PKS resmi dengan ISP.
  2. Co-branding diperbolehkan, namun invoice tetap atas nama ISP.
  3. Wajib menggunakan IP & ASN milik ISP.
    Tunneling yang menampilkan nama ISP adalah pelanggaran.
  4. ISP wajib melaporkan reseller ke Kominfo.
  5. Reseller tidak boleh menjual atas nama sendiri.
  6. Reseller menggunakan billing yang disediakan pihak ISP untuk laporan aktivitas operasional yang diberikan kepada pelanggan meliputi pencetakan voucher dan tagihan berlanggan
2. Pemungutan PPN
  1. PPN 11% dipungut oleh PKP atas jasa telekomunikasi.
  2. Reseller non-PKP tidak boleh memungut PPN.
  3. Invoice tetap atas nama ISP.
  4. Co-branding tidak mengubah kewajiban PPN.
3. Kewajiban ISP: BHP & USO
  1. BHP & USO dihitung dari penjualan bandwidth ISP ke reseller.
  2. Voucher reseller non-PKP bukan objek BHP/USO baru.
4. Model Kerjasama Reseller ISP
4.1 Bagi Hasil (Komisi)
  1. Reseller menerima komisi dari penjualan.
  2. Invoice atas nama ISP.
  3. PPh 23 sebesar 2% atas komisi.
4.2 Beli Putus
  1. Reseller membeli bandwidth dari ISP.
  2. Menjual tanpa memungut PPN.
  3. BHP & USO dihitung dari penjualan ISP ke reseller.
  4. Non-PKP dikenakan PPh UMKM 0,5%.
5. Ringkasan Pajak Reseller ISP
Model Status Invoice PPN ISP PPN Reseller BHP/USO PPh 23 PPh UMKM Dokumen Pajak
Bagi HasilNon-PKPNama ISP××Bukti Potong PPh 23
Bagi HasilNon-PKPCo-Branding××Bukti Potong PPh 23
Bagi HasilPKPNama ISP××Bukti Potong + FP
Bagi HasilPKPCo-Branding××Bukti Potong + FP
Beli PutusNon-PKPNama ISP××Faktur Pajak (biaya)
Beli PutusNon-PKPCo-Branding××Faktur Pajak (biaya)
Beli PutusPKPNama ISP×××Faktur Pajak (PPN Masukan)
Beli PutusPKPCo-Branding×××Faktur Pajak (PPN Masukan)
6. Risiko Pelanggaran
  1. Invoice atas nama sendiri tanpa PKS → ilegal.
  2. Menjual tanpa PKS → risiko sanksi.
  3. Tidak mencatat pendapatan (billing) → risiko pajak.
  4. Melanggar ketentuan Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi → risiko pencabutan izin.
7. Kesimpulan
  1. Co-branding hanya dengan PKS resmi.
  2. Invoice harus atas nama ISP.
  3. Reseller tidak boleh menjual atas nama sendiri.
  4. PPN dipungut ISP.
  5. BHP & USO dihitung dari penjualan ISP ke reseller.

Cari tau peluang bisnis ini

Pelajari lebih lanjut Skema Kemiteraan yang tepat untuk anda.

Skema Kemiteraan

Scroll to Top